1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Program BIDIKMISI 2018

A. Latar Belakang

Bidikmisi merupakan program pemerintah untuk memberikan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat miskin untuk dapat memutus mata rantai kemiskinan. Sampai saat ini jumlah penerima Bidikmisi sudah mencapai angka 432.409 mahasiswa, sehingga berkontribusi untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi.

Bidikmisi juga memiliki skema yang berbeda dengan bantuan biaya pendidikan lain, dengan filosofinya untuk menjemput penerima, Bidikmisi memberikan jaminan pembiayaan mulai dari pendaftaran sampai penerima Bidikmisi menuntaskan pendidikan tinggi.

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yang memberikan fasilitas pembebasan biaya pendidikan dan subsidi biaya hidup. Bidikmisi diberikan kepada penerima selama 8 (delapan) semester untuk S1 / D4, 6 (enam) semester untuk D3, 4 (empat) semester untuk D2, dan 2 (dua) semester untuk D1. Besaran subsidi biaya hidup yang diberikan serendah-rendahnya Rp650.000,00 per bulan diberikan setiap 3 bulan. Adapun pembebasan biaya pendidikan mencakup semua biaya yang dibayarkan ke Perguruan Tinggi untuk kepentingan pendidikan.

B. Misi dan Tujuan

Misi Bidikmisi adalah memutus mata rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan tinggi untuk masyarakat Indonesia yang miskin, namun memiliki prestasi akademik yang baik. Hal ini diharapkan mampu menguatkan nilai-nilai kebangsaan, patriotisme, cinta tanah air, dan semangat bela negara.

Adapun tujuan Bidikmisi adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan akses dan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi dan memiliki prestasi akademik yang baik;

2. Meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler;

3. Menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk berkarakter dan selalu meningkatkan prestasi;

4. Melahirkan lulusan yang mandiri, produktif, dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

C. Sasaran

Calon penerima Bidikmisi adalah lulusan SMA/SMK/MA/MAK dan sederajat tahun ajaran 2017/2018 dan 2016/2017 yang memiliki syarat sebagai berikut:

1. Pendapatan kotor orang tua/wali gabungan (suami+istri) setinggi-tingginya Rp4.000.000,00 (Empat juta rupiah) atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Adapun contoh cara menghitung pendapatan kotor dapat dilihat di lampiran A;

2. Belum pernah ditetapkan sebagai penerima Bidikmisi di salah satu PT di bawah Ristekdikti;

3. Belum pernah menjadi mahasiswa di PT Penyelenggara Bidikmisi di tahun ajaran sebelumnya;

4. Lulus seleksi masuk yang memberikan fasilitas Bidikmisi, seperti SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi lain yang ditetapkan oleh masing - masing panitia dan PT Penyelenggara.

Penerima Bidikmisi lanjutan (on going) memiliki syarat sebagai berikut:

1. Pendapatan kotor orang tua/wali gabungan (suami + istri) setinggi-tingginya Rp4.000.000,00 (Empat juta rupiah) atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Adapun contoh cara menghitung pendapatan kotor dapat dilihat di lampiran A;

2. Penerima Bidikmisi lanjutan ditetapkan oleh Perguruan Tinggi setiap tahun akademik;

3. Mahasiswa aktif dan sedang menjalani perkuliahan pada semester normal.

D. Penghentian Penerima Bidikmisi

Penghentian penerima Bidikmisi dilakukan apabila:

1. Meninggal dunia;

2. Mengundurkan diri;

3. Dikeluarkan sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi;

4. Diberhentikan sebagai penerima Bidikmisi oleh Pengelola karena melanggar ketentuan Bidikmisi Perguruan Tinggi.

E. Pengantian Penerima Bidikmisi

Penggantian penerima Bidikmisi dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

1. Penggantian dilakukan diawal semester;

2. Penggantian hanya untuk angkatan dan jenjang yang sama;

3. Perguruan Tinggi dan Kopertis mengajukan perubahan SK untuk penggantian

 

Download Panduan BidikMisi 2018